Akhir-akhir ini disosial media lagi populer istilah “Kids Jaman Now“. “Kids Jaman Now” sebutan ini merupakan penggabungan kata bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang dapat diartikan sebagai “kelakuan anak jaman sekarang”. Kita lahir di jaman teknologi yang sudah berkembang. handphone sudah menjadi kebutuhan yang mungkin tidak bisa lepas dari genggaman tangan, internet juga sudah menjadi kebutuhan pokok dimana kita tidak bisa lepas dengan koneksi internet. Follower dan like menjadi tolak ukur eksistensi seseorang. #hastagini #hastagitu tak kalah ketinggalan. Mau makan foto dulu, sakit diinfus foto dulu, terus diupload biar kekinian katanya.
Gadget, internet, smartphone, dan segala kemajuan teknologi memang terbukti memberikan kemudahan. Saya sendiri merasakan dan menikmati segala kemudahan berbasis teknologi. Mau apa jadi mudah, mulai dari belanja, pesan makan, pesan tiket kereta, pesan tiket pesawat, booking hotel, sampai pesan taksi bisa dilakukan dengan sentuhan.
Kemudahan dalam mengakses informasi tersebut terkadang menyebabkan kita tertimpa banyak informasi yang tidak semuanya kita butuhkan. Kita sebut saja fenomena ini dengan “Tsunami Informasi”. Istilah Tsunami digunakan untuk mengungkapkan betapa dahsyatnya kekuatan gelombang tsunami yang mampu menghanyutkan semua benda yang dilewatinya serta kedatangannya yang tiba tiba sekejap kilat. Arus informasi yang begitu deras dari berbagai sumber terkadang menyebabkan kita menjadi kurang fokus terhadap beberapa hal. Ilmu yang berseliweran di smartphone, gadget kita terkadang datang dengan silih berganti dan seketika juga dapat hilang begitu saja jika kita tidak mengelolanya dengan baik. Saya sendiri untuk whatsapp grup ada >20 chat grup yang berasal dari sekitar 10 jenis komunitas berbeda dan hampir semuanya aktif bercuap cuap . Bisa dibayangkan betapa crowdednya informasi yang masuk ke ‘genggaman’ setiap harinya.
Untuk itu, kita perlu melakukan sebuah filterisasi pada setiap informasi yang masuk dengan cara mengklasifikasikan mana informasi yang bermanfaat untuk diri kita, dan mana yang “junk information”. Setelah mengklasifikasikan, hal yang perlu dilakukan adalah menyimpan informasi tersebut pada tempat yang mudah diakses. Jika di aplikasi whatsapp ada pilihan starred message, beri bintang pada postingan yang menurut anda penting dan dibutuhkan sewaktu waktu. Namun, itu saja tidaklah cukup, karena jika kita membintangi artikel dari sekian banyak grup, lama kelamaan juga akan menumpuk dan tak lagi efektif dalam mencarinya. Ada informasi yang bisa lebih bermanfaat jika kita share ke ranah publik yang lebih luas. Salah satu caranya yaitu dengan menulis di blog.
Selama kurang lebih setahun kedepan, saya akan menjalani perkuliahan online dari INSTITUT IBU PROFESIONAL. Akan banyak sekali ilmu bermanfaat yang akan diperoleh dan sebagaimana perkuliahan pada umumnya, akan banyak tugas yang diberikan kepada para siswanya. di blog ini pulalah akan saya share semua tugas dan materi yang diberikan oleh IIP. So, it will be my lovely diary book .
Gak mau kalah dengan Kids Jaman Now, saya akan mencoba untuk eksis di dunia maya dengan mengedepankan informasi yang semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Lets be Mom jaman Now. Hwihi

#kidsjamannow #marimenulis #tsunamiinformasi
referensi : kompasiana “Maraknya kids zaman now”
